Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kental dalam acara Halal Bihalal Bawean Internasional yang digelar pada 11–12 April 2026 di Jogjakarta. Tak sekadar ajang temu kangen, momen ini menjadi langkah penting bagi warga Bawean di perantauan untuk semakin menguatkan tali silaturahmi.
Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, para alumni Yayasan Umar Mas’ud (UMMA) mengambil peran penting dengan menggagas sebuah langkah besar: deklarasi Persatuan Bawean Nusantara (PBN). Gagasan ini lahir dari kepedulian bersama untuk menjaga hubungan antarwarga Bawean, meskipun tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.
Beberapa tokoh alumni UMMA yang turut menjadi penggagas antara lain Bapak Yahya Zaini, Bapak Faisol, Bapak Musthofa Kamal, Bapak Ahsanul Haq, ibu Zainun Nasihan Gufron dan Bapak Ahmad Fatah Yasin. Dengan semangat kebersamaan, mereka berhasil mewujudkan deklarasi PBN yang disambut antusias oleh para peserta yang hadir.
Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol harapan baru. Harapannya, warga Bawean di rantau tetap terhubung satu sama lain, menjaga nilai-nilai kebersamaan, serta ikut berkontribusi dalam membangun kampung halaman.
Fokus utama yang menjadi perhatian adalah penguatan di bidang ekonomi, tanpa melupakan aspek sosial, budaya, dan pendidikan. Melalui PBN, diharapkan lahir berbagai inisiatif nyata dari warga Bawean perantauan untuk turut merawat dan memajukan Bawean.
Lebih dari sekadar deklarasi, langkah yang diinisiasi para alumni UMMA ini juga menjadi sumber inspirasi yang begitu berarti. Bagi para murid yang masih menimba ilmu di Yayasan Umar Mas’ud, kisah para senior mereka menjadi bukti nyata bahwa dengan tekad, kebersamaan, dan semangat menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan, kesuksesan bukanlah hal yang mustahil. Begitu pula bagi seluruh alumni UMMA di mana pun berada, momen ini seakan menjadi pengingat bahwa setiap dari mereka memiliki peluang yang sama untuk tumbuh, berkontribusi, dan memberi arti. Dari langkah kecil yang tulus, bisa lahir perubahan besar—dan dari kebersamaan, harapan itu terus hidup untuk Bawean yang lebih baik.
Acara ini pun ditutup dengan suasana penuh haru dan kebersamaan—senyum, cerita, dan semangat baru yang seakan menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun melangkah, Bawean tetap menjadi rumah yang selalu dirindukan.