

MTS UMAR MASUD
25 07 2025

Bawean, 14–18 Juli 2025 — Suasana semangat dan kebersamaan memenuhi halaman MTs Umar Mas’ud saat ratusan siswa baru mengikuti kegiatan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) yang mengusung tema istimewa: MATSAMA KU BEDA, singkatan dari Masa Ta’aruf Siswa Madrasah Kreatif, Unik, Berkarakter, dan Penuh Cinta.
Tema ini bukan sekadar semboyan, melainkan bagian dari transformasi pendidikan yang sedang digagas oleh MTs Umar Mas’ud untuk menyambut tahun ajaran 2025/2026. Mengacu pada pendekatan kurikulum cinta dan pembelajaran mendalam (deep learning), MATSAMA kali ini dirancang bukan hanya sebagai ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga sebagai ruang awal menumbuhkan rasa aman, diterima, dan dicintai oleh para peserta didik baru.
Tanpa Perpeloncoan, Penuh Kesan Berbeda dengan masa orientasi yang seringkali diwarnai kegiatan monoton atau bahkan intimidatif, MATSAMA KU BEDA hadir dengan konsep ramah anak, menyenangkan, dan memanusiakan peserta didik. Tidak ada perpeloncoan, tidak ada tekanan, hanya ruang-ruang interaksi yang hangat, kreatif, dan menguatkan karakter.
“Kami ingin siswa baru merasakan bahwa madrasah adalah rumah kedua yang penuh kasih sayang. Mereka tidak sekadar mengenal gedung dan guru, tetapi juga merasakan atmosfer belajar yang inklusif dan membahagiakan,” ungkap Kepala MTs Umar Mas’ud, Himmatusy Syarifah.
Materi Bernilai, Aktivitas Bermakna Selama lima hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai materi yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga memperkaya nilai dan wawasan mereka. Materi-materi utama meliputi:
Moderasi Beragama: Menanamkan semangat toleransi dan keberagaman sejak dini.
Madrasahku Surgaku: Mengenalkan makna madrasah sebagai tempat tumbuh yang menyejukkan dan menyenangkan.
Kemadrasahan dan Nilai-Nilai Madrasah: Menggali identitas, visi misi, serta nilai khas MTs Umar Mas’ud.
Budaya dan Kebiasaan Lokal: Menguatkan akar lokal dan cinta lingkungan sosial sekitar.
Mitigasi Bencana: Sebagai bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), peserta juga dibekali wawasan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana, dengan Fasilitator SPAB MTs Umar MAs'ud.
Tak hanya teori, kegiatan ini juga diwarnai dengan game edukatif, ice breaking, pentas seni mini, simulasi kebencanaan, hingga jelajah lingkungan madrasah, semuanya dikemas dengan pendekatan partisipatif dan menyenangkan.
Langkah Awal Menuju Pembelajaran Berbasis Cinta Dengan pendekatan ini, MATSAMA KU BEDA bukan hanya menjadi kegiatan awal masuk sekolah, tetapi menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi karakter dan semangat belajar siswa. Para guru dan panitia menjadi fasilitator cinta, bukan sekadar pengarah kegiatan. Setiap siswa dipandang sebagai pribadi utuh yang patut dihargai dan diberi ruang untuk berkembang.
“Anak-anak datang dari latar belakang berbeda. Melalui MATSAMA, kami ingin menyapa mereka satu per satu, menyambut dengan hangat, dan memberi pesan bahwa mereka dicintai dan diterima di sini,” ujar salah satu panitia MATSAMA.
Penutup MATSAMA KU BEDA di MTs Umar Mas’ud bukan sekadar inovasi program, tetapi wujud nyata perubahan paradigma dalam mendidik generasi. Ini adalah awal dari perjalanan cinta, karakter, dan pengetahuan yang saling bertaut dalam ruang-ruang madrasah.
Karena di MTs Umar Mas’ud, setiap anak adalah cahaya yang layak bersinar.
Total Pengunjung: 94